Peningkatan Taraf Hidup Petani Jarak

Anda berada di: BerandaBerita

Peningkatan Taraf Hidup Petani Jarak

Pada hari Selasa, 16 Desember 2014, Biro Administrasi Kerjasama dan SDA Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali mendapatkan kunjungan, dan kali ini berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Kyushu sebanyak 3 (tiga) orang. Kunjungan diterima oleh Kepala Bagian Kerjasama Dalam dan Luar Negeri, Hj. Suwartini, S.iP mewakili Kepala Biro Adm. Kerjasama dan SDA. Kunjungan yang dilakukan ini terkait dengan Kerjasama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan JICA dalam kegiatan “Peningkatan Taraf Kehidupan Petani lewat Budidaya Jarak di Provinsi Nusa Tenggara Barat” dengan tujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan proyek yang dilakukan oleh para petani jarak.

 

Mr. Akinori Kida dari Asosiasi Pelestarian Lingkungan – Kota Kitakyushu menjelaskan bahwa pada masa penanaman jarak yang kedua kalinya ini yang berlokasi di Dusun Ai Bari, Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara – Kabupaten Sumbawa, akan dilakukan di areal lahan seluas 2 ha (terdapat penambahan areal tanam seluas 1 ha dari yang sebelumnya). Selain penanaman jarak, kali ini juga akan dilakukan uji coba dengan menanam Jagung, tomat, sawi dan paprika. Bibit Tanaman Jarak dan sayuran berasal dari jepang, Malang dan dari Sumbawa. Untuk waktu dan cuaca normal tanaman jarak akan panen setiap 9 bulan sekali. Diterangkan bahwa Buah Jarak mempunyai fungsi sebagai berikut : Sebagai bahan bakar, bahan kosmetik, bahan obat dan juga bahan plastik. Selama ini pun Jepang impor dari india dalam bentuk biji jarak yang sudah menjadi minyak.

Pada pertemuan ini, Ms. Fumiko Iguchi perwakilan dari JICA Kyushu – Jepang mengajukan pertanyaan kepada Hj. Suwartini yakni “Proyek/kegiatan ini telah berjalan selama 1 tahun, apakah ada pertimbangan dan masukan dari Pihak Pemprov. yang perlu disampaikan kepada JICA?”

“Pemerintah Provinsi sangat berterima kasih atas perhatian dan kerjasama yang telah dilaksanakan dengan JICA selama ini. Di waktu yang akan datang apabila proyek kegiatan ini telah secara nyata berhasil dan membuat peningkatan terhadap taraf hidup petani. Maka pemerintah provinsi akan mengeluarkan kebijakan dan program pembangunan guna mendukung hal tersebut seperti melakukan penambahan lahan, perbaikan sarana prasarana dan pembuatan infrastruktur. Pemprov berharap kedepannya agar hasil tanaman jarak berkualitas dapat diterima/dibeli oleh pihak lain, kiranya pemprov masih memerlukan kerjasama dengan JICA baik dalam menjaga hasil mutu tanaman jarak yang berkualitas maupun dalam hal pelatihan pengolahan biji jarak menjadi minyak.

Selanjutnya Ibu Hj. Suwartini bertanya kepada Ms. Fumiko Iguchi tentang “kemungkinan adanya kerjasama kembali setelah kegiatan ini berakhir, yakni tentang pengolahan biji jarak menjadi minyak dan kerjasama tentang pemasaran hasil biji jarak tersebut.?”

“Pihak JICA menerima dengan baik dan mempersilahkan dengan cara mengajukan proposal kerjasama secara tertulis, dalam hal ini prioritas JICA adalah para petani, dengan harapan mereka dapat mandiri dan terus melakukan aktifitas meski proyek telah berakhir.” Tutup wanita jepang yang masih lajang tersebut. (ipo).