TNI MANTAP DUKUNG SWASEMBADA PANGAN NTB

Anda berada di: BerandaBerita

TNI MANTAP DUKUNG SWASEMBADA PANGAN NTB

www.ntbprov.go.id – Swasembada pangan menjadi salah satu pembahasan strategis pada penyelenggaraan Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam IX/Udayana yang dilaksanakan di Kabupaten Dompu. Bahkan hal ini dikuatkan dengan telah ditandatanganinya MoU tentang ketahanan pangan di Provinsi NTB, antara Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro, dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Selasa (10-2-2015).

Kegiatan Rapim yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Dompu ini dihadiri oleh Pangdam IX/Udayana, para Danrem yang mewakili wilayah Kodam Udayana, Gubernur NTB, Gubernur NTT, Kapolda NTB dan Bali, Bupati Dompu, serta Jajaran pemerintah daerah. 

Dalam pertemuan tersebut Gubernur NTB diberikan kesempatan untuk memberikan pembekalan mengenai swasembada pangan di Provinsi NTB. Dalam paparannya, Ia menjelaskan bahwa di dalam sejarah perjalanan peradaban manusia, pangan menempati posisi yang paling penting. “Jadi pertanian itu adalah urat nadi dari peradaban manusia”.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, dulu pernah berkembang  anggapan atau logika bahwa pertanian itu identik dengan  masyarakat pra industri, sehingga lambat laun pertanian mulai ditinggalkan. Namun kita akhir-akhir ini sadar bahwa logika tersebut salah. Pangan bisa menjadi instrument strategis untuk menancapkan pengaruh, untuk menguasai dan menghegemoni bangsa-bangsa dan Negara-negara lain. 

Sebagai seorang doktor ilmu tafsir lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, seperti biasa Beliau mencontohkan dengan beberapa ayat dalam Al-Qu’ran. Beliau menggambarkan bagaimana kisah Nabi Yusuf dan bangsa Mesir yang pada akhirnya mampu memimpin peradaban selama sekian abad di daerah timur tengah dengan menggunakan pangan sebagai instrument strategis untuk menciptakan ketahanan nasional dan memperkuat posisi bangsa mereka ditengah persaingan antar Negara pada waktu itu.

Menyinggung tentang kedaulatan pangan, bahwa antara ketahanan pangan dan kedaulatan pangan menunjuk pada satu sisi yang berbeda. Kalau ketahanan pangan itu operasional, maka kalau kedaulatan pangan itu menunjuk pada keberpihakan dari pemerintah dan dari Negara kepada sektor pangan. Oleh karenanya, dengan ini Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi khususnya kepada TNI Angkatan Darat yang telah merespon arah kedaulatan pangan dengan kebijakan-kebijakan nyata, turun bersama dan ikut dalam rangka swasembada pangan.  (irf)